TAK AKAN PERNAH USAI
Alas sepatu bercengkrama dengan lantai
belajar menulis puisi, tips menulis puisi, cara menulis puisi, format puisi, kumpulan puisi, belajar menulis, demak, puisi di demak, sastra demak
Muka bumi yang eksotis penuh nilai
Harus diwarnai dengan jejak damai
Berkarya bercita cita takkan usai
Bercumbu merajut cinta cita
Tak kenal kata kata lunglai
Apa lagi menyerah malas membantai
Banyak orang yang tak menyukai
Melihat langkah tegap semangat menggapai
Hingga terkadang ruang pikir ternodai
Dengan rona kuning kambing gulai
Mendorong untuk santai santai
Ingat
Perjuangan ini tak akan pernah selesai
Sebelum matahari keabadian tercapai
Jangan sampai air mata ini berurai
Jika lelah ingin menyerah
Tanya ke Ibu agar Tuhan membelai
Jika masih lelah ingin menyerah
Minta nasihat Ibu agar Tuhan membelai
Jika sangat lelah ingin menyerah dan goyah
Pastikan restu Ibu agar Tuhan membelai
Doa restu Bapak jangan sampai terabai
Jika masih tetap lelah
Rengguklah bidadari untuk menyertai
Agar pintu ini dibuka Tuhan dan cepat tercapai
Ingat,
Perjuangan ini belum usai
Tuhan yang akan menilai
Memberi jalan bagi yang tak lalai
Maaf & Terima kasih
Ali Arifin
Denting Puisi
Loireng, Demak, 8 September 2017
Ali Arifin
Denting Puisi
Loireng, Demak, 8 September 2017
belajar menulis puisi, tips menulis puisi, cara menulis puisi, format puisi, kumpulan puisi, belajar menulis, demak, puisi di demak, sastra demak
Posting Komentar untuk "TAK AKAN PERNAH USAI"