Bla bla bla dan bla
Kekasih, dia selalu bilang bla bla bla bla dan bla
Menyampaikan kata kata empuk dengan mahar setumpuk
Menawarkan harapan manis tak terkikis berbalut nama besarmu
Membangun kemerdekaan diatas ketertindasan kami dibawah
Padahal dia selalu berkata bla bla bla dan bla
Dan kami terpaksa mempercayai dihadapannya saja
Menyampaikan kata kata empuk dengan mahar setumpuk
Menawarkan harapan manis tak terkikis berbalut nama besarmu
Membangun kemerdekaan diatas ketertindasan kami dibawah
Padahal dia selalu berkata bla bla bla dan bla
Dan kami terpaksa mempercayai dihadapannya saja
Ekonomi kami tersiksa ditepian bandara kejayaan perolehannya
Sungguh lembaran uang lucu dan diluar akal sehat yang kami dapatkan
Tenaga dan pikiran kami hanyalah seonggok rongsokan yang murah
Yang dianggap sudah pernah menerima benefit darinya
Sehingga sekarang adalah waktunya membalas budi
Kerja bakti dengan selimut perjuangan tiada henti
Sungguh lembaran uang lucu dan diluar akal sehat yang kami dapatkan
Tenaga dan pikiran kami hanyalah seonggok rongsokan yang murah
Yang dianggap sudah pernah menerima benefit darinya
Sehingga sekarang adalah waktunya membalas budi
Kerja bakti dengan selimut perjuangan tiada henti
Kasih, engkau mengajarkan kepada kami untuk tidak seperti itu
Sadarkanlah dia atas ucapan ucapan manisnya
Yang dilontarkan kepada khalayak untuk tidak dholim kepada yang dibawah.
Sadarkanlah dia atas ucapan ucapan manisnya
Yang dilontarkan kepada khalayak untuk tidak dholim kepada yang dibawah.
Demak, 11 Mei 2017
Posting Komentar untuk "Bla bla bla dan bla"